EDISI/0003/MASA/03/2018 – Tabungan Akhirat



Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.* Dan Barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. (QS. Al-Mu'minun : 102-103)

Amalan-amalan seseorang akan ditimbang pada hari perhitungan kelak, sehingganya seseorang membutuhkan amal shaleh yang akan memberatkan timbangan amal baiknya. Salah satu perkara yang dapat memperberat timbangan amal kebaikan ialah sedekah. Sedekah merupakan amalan mulia, kerena hakikatnya ketika seseorang mengeluarkan hartanya untuk sedekah, maka ia sedang menyimpan hartanya di Sisi Allah. Sebagaimana Firman Allah dalam Q.S. Al-Muzammil ayat 20.
“Dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dari kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di Sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (Q.S. Al-Muzzamil: 20). Dan  dalam Q.S. An-Nahl dijelaskan bahwa semua yang ada  di dunia ini akan lenyap kecuali apa-apa yang ada di Sisi Allah SWT. “Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di Sisi Allah adalah kekal.” (Q.S. An-Nahl: 96).
Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa: “Sesungguhnya harta terbagi menjadi tiga bagian;     apa yang ia makan lalu habis, atau apa yang ia pakai lalu usang, atau yang ia sedekahkan dan akan ia peroleh kembali. Selebihnya akan hilang dan ia tinggalkan bagi orang yang lain.” (H.R. Muslim).
Sejarah mencatat bahwa terdapat sahabat Nabi yang menyedekahkan hartanya, lantas Nabi memujinya, dan ganjaran baginya ialah surga, bahkan tandan anggur akan merendah kepada si pemberi sedekah.

Abu Ad-Dahdah, mendatangi Nabi seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, aku melihat bahwasanya Rabb kami meminta pinjaman kepada kami atas apa yang telah dikaruniakan kepada diri kami. Sesungguhnya aku memiliki dua bidang tanah, salah satu di dataran tinggi dan yang satu lagi di dataran rendah. Aku telah menetapkan salah satu darinya sebagai sedekah.”  Maka, Rasullulah bersabda, “Alangkah banyaknya tandan anggur yang merendah kepada Abu Ad-Dahdah di surga kelak”.

Dari cerita di atas, serta ayat Al-Qur’an, dan Al-Hadist yang telah dipaparkan, maka dapat menginspirasi bagi kita semua sebagai hamba Allah yang tidak kekal di dunia untuk senang dalam perkara kebaikan sebagai tabungan di hari yang kekal kelak.


“ Kami haturkan terimakasih kepada Saudara/i yang telah menyalurkan sedekahnya, dan bagi saudara/i yang ingin menyalurkan sedekahnya, dapat melalui rekening :
No. Rek. BRI a.n. Yayasan Najma Saida: 5698-01-012565-53-1
No.Rek.Bank Lampung a.n. Masjid Sabilil Muttaqin : 399.03.04.14605.9
 atau menghubungi  ( 085664626719 / 085366873088). Semoga Allah senantiasa melapangkan rizki kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur"

Penanggung Jawab :  Darsahid,S.Ag, M.Pd.I dan Hendra Rahmatulloh, S. Pd. I
Penasehat :  Bayu Prafitri, M.Pd.I
Penulis :  Ardi Kismawan      
Editor : Filma Eka Santika

0 comments:

Copyright © 2013 Yayasan Najma Saida